SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN ORA et LABORA BUMI SERPONG DAMAI

KOTA TANGERANG SELATAN

 

Nomor Pokok Sekolah Nasional : 69978038
Bidang Kompetensi : Tekologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Teknik Ketenagalistrikan
Kompetensi Keahlian : Teknik Pembangkit Tenaga Listrik
Nomor Ijin Operasional : 570/15-OPS.Dindik/DPMPTSP/IV/2018

 

Yayasan Pendidikan Kristen ORA et LABORA adalah suatu Yayasan yang didirikan sejak tahun 1966, yang bergerak di Bidang Pendidikan dan sampai sekarang telah menyelenggarakan peindidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan pada 1 Maret 2017 mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berada di Bumi Serpong Damai (BSD) Sektor II.1, Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

SMK OeL didirikan sebagai respon Peraturan Presiden Republik Indonesia (Bapak Ir. Joko Widodo), No. 4 Tahun 2016 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden RI No. 14 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

Dalam rangka peningkatan pemenuhan kebutuhan tenaga listrik rakyat secara adil dan merata serta mendorong pertumbuhan ekonomi, maka Pemerintah RI melakukan percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan termasuk pembangunan pembangkit 35.000 MW dan jaringan transmisi sepanjang 46.000 Km. Infrastruktur Ketenagalistrikan adalah segala hal yang berkaitan dengan pembangkitan tenaga listrik, transmisi tenaga listrik, distribusi tenaga listrik, gardu induk, dan sarana pendukung lainnya.

Dalam rangka pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik tentu memerlukan dukungan sumber daya manusia, yakni Tenaga Kerja Terampil yang dihasilkan melalui sistem pendidikan dan pelatihan yang handal. Pendidikan Kejuruan merupakan jenjang pendidikan yang selalu dinamis dalam melakukan perubahan kurikulum pendidikan sesuai dengan pertumbuhan pasar kerja dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini berarti pendidikan kejuruan akan mengalami pergeseran paradigma dimana aktivitas ekonomi sangat ditentukan adanya perubahan teknologi yang cepat pada masa mendatang, maka orientasi pendidikan kejuruan diarahkan menjadi pendidikan bekerja (work education) atau pendidikan teknologi (technology education) dalam mengisi kebutuhan masyarakat dan pasar kerja.

Indonesia hingga kini masih berhadapan dengan masalah kurangnya tenaga kerja yang berketerampilan tinggi dan profesional. Masalah kurangnya kemampuan SDM di Indonesia disebabkan oleh ketidak-sesuaian antara keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh saat menempuh pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Inilah yang akan menghambat pertumbuhan daya saing tenaga kerja Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ORA et LABORA Teknik Pembangkit Tenaga Listrik sebagai Lembaga Pendidikan Formal akan membekali lulusannya dengan keterampilan dan keahlian Pembangkit Tenaga Listrik (Power Plant), sesuai dengan kebutuhan industri.

Tujuan :

  1. Mendukung Program Pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW.
  2. Mendukung Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia Indonesia.
  3. Mempertemukan tamatan SMK dengan dunia usaha/industri yang memerlukan tenaga kerja tingkat menengah yang terampil. Dalam pendirian SMK OeL Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan, Yayasan OeL dibantu sepenuhnya oleh beberapa perusahaan khususnya oleh PT SARATOGA INVESTAMA SEDAYA TBK., suatu perusahaan investasi yang bergerak di bidang ketenagalistrikan. Karena itu PT Saratoga ikut berperan aktif dalam menciptakan kurikulum dan pemantauan proses pembelajaran di SMK OeL. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa program yang dijalankan dan lulusan SMK OeL sesuai dengan kebutuhan sektor ketenagalistrikan, sehingga dapat berkontribusi positif bagi masyarakat dan juga memenuhi permintaan industri. Adapun perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di sektor pembangkit listrik, yang termasuk dalam grup Saratoga, antara lain : Adaro Power (salah satu anak perusahaan di Adaro Energy), Medco Power Indonesia, Paiton Energy dan Tenaga Listrik Gorontalo.
  4. Meningkatkan daya serap tamatan SMK memasuki lapangan kerja.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 15.30 WIB.

Kurikulum yang digunakan adalah KURIKULUM 2013 berdasarkan pada Keputusan Ditjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tanggal 10 Februari 2017