“Keajaiban Natal”

 

Hari ini kita merayakan Natal. Semoga dengan persiapan yang cukup melalui masa Adventus, Kristus sungguh hadir di hati kita masing-masing (Immanuel), menjadi sumber kasih dan menerangi perjalanan kita selanjutnya.

Natal kali ini sungguh berbeda. Bisa jadi, Natal tahun ini merupakan Natal paling unik seumur hidup kita. Satu-satunya Natal yang memberikan kesedihan dan kebahagiaan, keterpurukan sekaligus harapan pada saat bersamaan. Bukan tanpa maksud jika segala yang negatif mendahului yang positif. Awal tahun ini ditandai dengan banjir besar yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya. Menghapus jejak keceriaan Malam Tahun Baru dalam beberapa jam. Belum juga upaya pembersihan dan pemulihan usai, Covid-19 melanda. Dan mulailah masa PSBB, di mana segala kegiatan dan aktivitas harus dilakukan dalam segala keterbatasan dan kesederhanaan.

Namun demikian, sejatinya inilah makna Natal: kesederhanaan. Dalam kesederhanaan dan keterbatasan Raja itu lahir. Dikelilingi oleh orang-orang sederhana dalam keterbatasan orang tua duniawi-Nya dan kesederhanaan para gembala yang pertama-tama menerima kabar sukacita Natal. Namun demikian kesederhanaan dan keterbatasan itu membawa sukacita luar biasa dan harapan akan keselamatan.

 

Sukacita Natal TK Pamulang – Senin, 14 Desember 2020.

 

Kesederhanaan dan keterbatasan itu pula yang melingkupi segala aktivitas di YPK ORA et LABORA. Dalam kesederhanaan, ketiga Kampus di lingkungan YPK ORA et LABORA melangsungkan perayaan Natal Siswa(i) dan perayaan Natal Yayasan. Segala aktivitas termasuk proses pembagian hasil penilaian akhir semester dan penerimaan siswa baru tahun ajaran 2021/2022 dilakukan dalam keterbatasan. Namun sebagaimana halnya Kelahiran Kristus yang membawa sukacita dan harapan; begitu pula perayaan Natal yang sebagian besar dilakukan secara daring tetap membawa sukacita besar dan harapan.

Bahkan perayaan Natal Yayasan membawa keajaiban tersendiri. Di tengah porak-porandanya kehidupan karena Covid-19 yang menghalangi luapan harapan, masih ada saja tangan-tangan kasih yang rela berbagi sehingga justru perayaan Natal Yayasan kali ini bisa dibilang merupakan perayaan Natal paling seru dan berkesan. Berkesan karena harus dilakukan secara daring. Seru karena banyaknya hadiah doorprize sehingga lebih dari separuh guru dan karyawan mendapatkan hadiah Natal.

 

 

Dari kekhawatiran awal akan tiadanya hadiah yang bisa diberikan, hingga ternyata berlimpah ruah. Tidak saja beberapa karyawan yang menyumbangkan hadiah doorprize namun juga para alumni YPK OeL yang dengan kerelaan menyumbangkan banyak persembahan kasih bagi para guru, baik yang telah purnabakti maupun yang masih aktif. Tidak itu saja. Beberapa alumni bahkan menyempatkan datang beranjangsana menemui guru-guru untuk sekedar bernostalgia dan berbagi momen kebahagiaan.

Inilah sukacita Natal yang Sejati. Tanda kehadiran Allah yang menggerakkan banyak individu untuk keluar dan berbagi sukacita dan harapan. Bahwa di tengah pandemi, Allah tetap hadir menyertai umat-Nya menabur sukacita dan menyemai harapan. Dengarlah kumandang sukacita itu terpantul lewat teriakan kegembiraan guru-guru yang berhasil memenangkan grandprize berupa komputer laptop Dell atau segenap civitas akademika Kampus Panglima Polim yang mendapatkan motor operasional yang selama ini telah mereka idam-idamkan. Memang Natal bukan melulu soal hadiah. Tapi dari hadiah-hadiah ini, terpancar sukacita dan harapan.

 

 

Selamat Natal dan menyambut Tahun Baru 2021. Semoga Immanuel memungkinkan kita untuk berani melangkah memasuki gerbang 2021 dengan keyakinan bahwa Sang Terang yang telah lahir di hati kita masing-masing akan memampukan kita menapaki hari demi hari sepanjang 2021 dengan damai dan sukacita, harapan dan kemampuan penuh untuk tetap mengasihi dan menjadi alat-Nya demi kebaikan ORA et LABORA secara khusus dan sesama manusia secara umum.

 

Jakarta, 25 Desember 2020
Teriring salam damai Natal,

 

Sandi Rahaju