KURIKULUM SEKOLAH ORA et LABORA

 

Sekolah ORA et LABORA melaksanakan pendidikan dengan berpedoman pada kurikulum nasional yang dikembangkan sesuai Visi  – Misi sekolah yang menekankan prinsip holistik dengan memperhatikan usia perkembangan anak dan pencapaian kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan ketrampilan.

  1. Dimensi sikap spiritual, peserta didik dibimbing untuk memiliki perilaku yang mencerminkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Dimensi sikap sosial, peserta didik dibimbing untuk memiliki sikap, jujur, disiplin, peduli, bertanggungjawab dan pembelajar sepanjang hayat.
  3. Dimensi pengetahuan, peserta didik didorong untuk memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif tingkat dasar berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.
  4. Dimensi ketrampilan, peserta didik juga dibimbing untuk memiliki ketrampilan berpikir dan bertindak secara kreatif, kritis, mandiri, kolaboratif dan komunikatif.

Untuk mencapai hasil belajar yang maksimal, Sekolah ORA et LABORA menggunakan strategi dan pendekatan sebagai berikut:

  1. Pembelajaran yang menarik, bermakna, kreatif dan terintegrasi yang dapat dilakukan oleh peserta didik dengan gembira. Proses pembelajaran di sekolah ORA et LABORA diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang seluas–luasnya untuk mengoptimalkan ide, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
  2. Metode pembelajaran yang menempatkan guru sebagai fasilitator sehingga peserta didik dituntut lebih aktif, kreatif, mandiri dan bertanggungjawab. Sekolah  ORA et LABORA  percaya bahwa ketika peserta didik  belajar menggali dan menemukan sendiri, mereka akan lebih memahami konsep-konsep yang mereka pelajari. Karena itu, guru-guru Sekolah ORA et LABORA  lebih berperan sebagai fasilitator dan pendamping yang mengarahkan para peserta didik  sehingga mereka memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk menemukan dan memahami konsep-konsep dalam materi pembelajaran.
  3. Sekolah ORA et LABORA tidak hanya mendidik secara kognitif, tapi juga menanamkan karakter-karakter baik yang diperlukan seorang anak untuk dapat bertahan di tengah dunia yang penuh dengan pengaruh kurang positif. Untuk mencapai hal tersebut karakter  yang diharapkan dimasukkan dalam setiap lesson plan untuk semua mata pelajaran.
  4. Sekolah ORA et LABORA memandang orangtua sebagai mitra dalam mendidik anak-anak yang dipercayakan sebagai murid Sekolah ORA et LABORA . Orangtua perlu bekerjasama dengan Sekolah, dan ikut bertanggung jawab dalam pendidikan anak-anak.
  5. Seorang anak harus dididik untuk menghargai akar budayanya. Tiap anak perlu belajar bahasa ibu masing-masing dan bahasa nasionalnya, yaitu bahasa Indonesia. Karena itu Sekolah ORA et LABORA  mendorong tiap peserta didik untuk belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dan mencintai akar budayanya. Dengan begitu nasionalisme, kecintaan generasi muda pada bangsanya sendiri, akan tumbuh karena mereka mengenal kekuatan budaya mereka dengan baik. Sekolah ORA et LABORA  memahami bahwa globalisasi menuntut penguasaan bahasa Inggris yang menjadi bahasa international. Karena itu, Sekolah ORA et LABORA  memberi porsi yang cukup banyak untuk pelajaran Bahasa Inggris, lebih banyak daripada standar Depdiknas. Untuk TK, bBahasa Inggris diperkenalkan ke peserta didik melalui bernyanyi ,bercerita dan berdoa. SD, pelajaran Bahasa Inggris  mengalokasikan 6 jam/minggu. SMP mengalokasikan 6 jam/minggu sedangkan SMA 7 jam/ minggu.
  6. Sekolah ORA et LABORA percaya bahwa tiap orang  yang ada di Sekolah ORA et LABORA , –bukan hanya peserta didik harus terus belajar. Guru, karyawan, para pimpinan, orangtua siswa, bahkan satpam dan office boy pun harus terus belajar. Yang perlu dipelajari bukan hanya ilmu pengetahuan karena Sekolah ORA et LABORA  percaya bahwa mengasah aspek kognitif saja tidak cukup. Karakter pun penting untuk dibentuk.  Sekolah ORA et LABORA  menekankan pada komunitas karena Sekolah percaya bahwa karakter tak mungkin tumbuh dalam kesendirian. Untuk bisa memiliki karakter yang teguh, orang harus berada dalam sebuah komunitas. Komunitas yang baik akan saling mengasah dan saling mengasuh dalam semangat saling mengasihi.
  7. Penilaian di Sekolah ORA et LABORA, menekankan pada penilaian proses yang artinya pengambilan penilaian dengan prosentase terbesar pada suatu proses pembelajaran ,tidak hanya mengambil dari nilai akhir pada ulangan umum atau ujian.

 

KELOMPOK BERMAIN DAN TK

Di Kelompok Bermain & TK ORA et LABORA , rancangan pembelajaran difokuskan pada peletakan dasar-dasar pengembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta. Tujuan khususnya untuk memantapkan perkembangan fisik, emosi, sosial, dan kemandirian. Program pembelajaran menggunakan kurikulum  2013 dengan  pengebangan pembelajaran berpusat pada peserta didik, sedangkan guru berfungsi sebagai fasilitator.

Di jenjang  Kelompok Bermain dan TK peserta didik  dituntun menerima dirinya sendiri apa adanya, memiliki rasa percaya diri yang baik, dan sukacita keluar dari ketergantungan penuh pada orangtua untuk melangkah ke tahap perkembangan selanjutnya

Metode pendekatan untuk Kelompok Bermain dan TK ORA et LABORA menggunakan

  1. REGGIO EMILIA APPROACH :

Anak-anak mempunyai kemampuan untuk membangun cara belajarnya sendiri, menggunakan bahasa untuk bermain, belajar dengan lingkungan dan peran orang dewasa sebagai quide

  1. WALDORF EDUCATION :

Strong Rhytmic Activity (Kegiatan sehari-hari terjadwal untuk  melakukan dan menyelesaikan proyek)

  1. Assessment
  • Memahami tingkat perkembangan anak
  • Mengidentifikasi minat yang ditunjukkan (portofolio : mencatat perilaku, pengalaman dan minat anak)
  • Mengobservasi pengalaman pokok dimana setiap anak terlibat
  1. Child Centered

(Menghargai masing-masing keunikan anak,. You did a good job and you can try next day)

 

SEKOLAH DASAR ( SD )

Kurikulum di SD ORA et LABORA adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) dan Kurikukum 2013. Kurikukum  yang ada kami kembangkan  untuk memenuhi kebutuhan setiap anak  serta tuntutan teknologi global yang terus meningkat yang akan mereka hadapi saat mejadi orang dewasa. Cara terbaik untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi situasi masa yang akan datang  adalah dengan membekali mereka karakter yang kuat dan kemampuan berpikir kritis, mengajukan pertanyaan menyelidik,  mengevaluasi tren terkini saat mereka mempresentasikan diri mereka sendiri. Keahlian ini akan beralih ke keterampilan belajar seumur hidup yang akan memungkinkan orang dewasa di masa depan menghadapi masa depan mereka. Persiapan terbaik terletak pada kemampuan beradaptasi, dan sekolah dasar meletakkan dasar ini.

Di jenjang SD , peserta didik  diperkenalkan pada konsep diri yang benar sebagai ciptaan Tuhan yang berharga, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Peserta didik  diajar menerima diri mereka apa adanya, dan mulai bertanggung jawab atas kepentingannya sendiri. Peserta didik  mulai belajar mengerjakan tugas sekolahnya sendiri, mempersiapkan perlengkapannya, dan bertanggung jawab atas nilai yang didapatnya dalam proses pembelajaran.

Pengajaran  di SD ORA et LABORA dengan menggunakan pendekatan :

  1. Tematik : Berbagai mata pelajaran diintegrasikan menjadi topik yang memiliki kegunaan dan bersifat kontekstual. Melalui pendekatan ini diharapkan peserta didik dapat melihat adanya hubungan antara berbagai mata pelajaran serta menghubungkan satu pengetahuan dengan pengetahuan lainnya dalam proses pembelajaran
  2. Penemuan dan eksplorasi. Melalui penemuan , anak-anak menggunakan indra dan kognisi mereka untuk berkomunikasi, menunjukkan empati, berpikir kritis, dan membangun kepercayaan diri. Di sisi lain, melalui eksplorasi , anak belajar bersikap terbuka, proaktif, reflektif, antusias, dan bertanggung jawab. Kedua komponen ini sama pentingnya dalam perkembangan anak, dan para guru sangat antusias untuk menyediakan platform tempat anak-anak dapat mengeksplorasi dan menemukan.
  3. Pembelajaran berpusat pada siswa, sedangkan guru berfungsi sebagai fasilitator.

 

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA  ( SMP )

Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 yang dikembangkan dengan membangun fondasi yang diberikan di Sekolah Dasar, kurikulum untuk tingkat SMP berfokus pada analisis kritis dan pemikiran kreatif peserta didik. Peserta didik  mulai terlibat dalam penalaran yang lebih tinggi baik dalam ilmu, seni maupun olah raga.  Selain itu, peserta didik  didorong untuk mengeksplorasi dan mengembangkan karakter moral dan iman. Tujuan akademis dan pribadi dicapai melalui pendekatan holistik dan terpadu terhadap pendidikan dengan membingkai berbagai keterampilan dan masalah moral yang saling berkaitan .

Di jenjang SMP ,  peserta didik  didorong untuk keluar dari zona nyamannya dan mulai memberi perhatian pada sekelilingnya. Peserta didik  mulai dibina untuk peduli pada masalah teman-temannya, mau membantu dan saling mendukung untuk menjadi lebih baik.

Pengajaran  di SMP ORA et LABORA dengan menggunakan pendekatan :

  1. Pedekatan Mata Pelajaran , tetapi berbagai mata pelajaran tersebut diintegrasikan menjadi topik yang memiliki kegunaan dan bersifat kontekstual. Melalui pendekatan ini diharapkan siswa dapat melihat adanya hubungan antara berbagai mata pelajaran serta menghubungkan satu pengetahuan dengan pengetahuan lainnya dalam proses pembelajaran.
  2. Penemuan dan eksplorasi. Melalui penemuan , anak-anak menggunakan indra dan kognisi mereka untuk berkomunikasi, menunjukkan empati, berpikir kritis, dan membangun kepercayaan diri. Di sisi lain, melalui eksplorasi , anak belajar bersikap terbuka, proaktif, reflektif, antusias, dan bertanggung jawab. Kedua komponen ini sama pentingnya dalam perkembangan anak, dan para guru sangat antusias untuk menyediakan platform tempat anak-anak dapat mengeksplorasi dan menemukan.
  3. Pembelajaran berpusat pada siswa sedangkan guru berfungsi sebagai fasilitator.

 

SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA )

Di tingkat SMA , Sekolah ORA et LABORA  menerapkan  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan           ( KTSP ) dan Kurikulum 2013, dengan pengembangan secara komprehensif mengenai pendekatan holistik dan terpadu terhadap pendidikan untuk lebih mempersiapkan peserta didik   meraih sukses dalam karir.

Guru mengeksplorasi berbagai cara untuk menyampaikan informasi akademis kepada peserta didik , menyadari bahwa gaya belajar siswa sangat bervariasi dari siswa ke siswa. Kami membahas berbagai gaya belajar dan kompetensi siswa kami dengan menggunakan berbagai media pengajaran. Misalnya, kelas komputer terstruktur khusus menawarkan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat pribadi di berbagai bidang studi, selain itu, kegiatan seni dan olahraga. Memberi peserta didik  cara alternatif untuk mengakses informasi. Dengan cara ini, para guru SMA ORA et LABORA  berusaha menjangkau setiap siswa, memberikan pelajaran menantang dan bermakna yang membahas berbagai kecerdasan dan gaya belajar peserta didik.

Jenjang SMA adalah tembok terakhir bagi seorang peserta didik  untuk mendapatkan pendampingan dan pembinaan khususnya dalam hal non akademis. Selepas SMA, peserta didik  dianggap telah sanggup mengelola diri sendiri untuk mencapai tujuan-tujuannya, sekaligus bertahan menghadapi berbagai pengaruh, tetap teguh memegang hal-hal baik yang telah tumbuh dalam dirinya. Karena itu SMA ORA et LABORA  berkomitmen mendukung tiap siswanya dalam berproses menjadi sosok pemimpin bagi komunitasnya; sosok yang memberi pengaruh baik dan rela berkontribusi bagi komunitas.

Di jenjang SMA, peserta didik diharap telah tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, mandiri, dan peduli. Tentu saja proses itu tak mungkin berhenti di sini, saat speserta didik  masih berusia remaja. Menjadi pribadi yang bisa menerima diri apa adanya, menyenangkan, mandiri, dan peduli pada sesama