SMK – Kunjungan ke PLTA Cirata

Listrik telah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia. Listrik telah mengubah peradaban manusia menjadi lebih mudah, cepat, efisien dan produktif. Sejak pertama kali ditemukan, listrik terus mengalami perkembangan. Hal ini terlihat dari usaha-usaha yang telah dan sedang dilakukan dalam perkembangannya.

Jenis sumber energi primer yang tersedia saat ini yang banyak dikembangkan di dunia untuk dirubah menjadi energi listrik, antara lain adalah: Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), kedua jenis pembangkit listrik ini merupakan pembangkit listrik energi terbarukan (renewable).

PLTA Cirata merupakan salah satu PLTA besar di Indonesia, dengan bangunan Power House 4 lantai di bawah tanah yang terletak di bawah gunung. Setiap tahun Unit Pembangkitan Cirata mampu membangkitkan energi listrik rata–rata 1.428 GWh, disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 500 KV ke sistem jaringan transmisi interkoneksi Pulau Jawa-Madura-Bali.

Di kawasan Cirata juga dikembangkan PLTS yang dibangun sebagai pusat penelitian dan pengembangan (research and development) pembangkit tenaga surya.

Keberadaan PLTS Cirata ini juga sebagai tempat berkumpulnya kegiatan keilmuan kelistrikan berbasis tenaga surya. PLTS Cirata ini mempunyai kapasitas 1000 KW peak, yang dihubungkan dengan jaringan distribusi listrik berkapasitas 20 KiloVolt (KV).

Ke kedua lokasi pembangkit listrik inilah siswa-siswi SMK ORA et LABORA melakukan kunjungan lapangan (field trip), yang sangat sesuai untuk memperkaya pengetahuan siswa SMK. Terlebih dalam memperluas aspek pengetahuan jenis-jenis komponen pembangkit listrik yang tidak diragukan peranannya di Indonesia.