Pelatihan Guru – Juli 2016

Pelatihan Guru-guru

YPK ORA et LABORA

BSD, 13-14 Juli 2016

 

PROGRAM PEGEMBANGAN KUALITAS PENDIDIK

YAYASAN KRISTEN ORA et LABORA

“Persiapan Tahun Ajaran Baru Pembelajaran yang Efektif”

 

Hari Pertama

Sebelum memulai kegiatan pelatihan hari pertama, kegiatan terlebih dahulu diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Ibu Natalia Henderina Rares, SS. dari TK Ora et Labora Panglima Polim, Judul renungan: “Diplomasi Makan”. Nats Kitab 2 Raja-raja 3:6-23. Bahasan dari renungan buku Renungan Harian Online.

Mengawali kegiatan pelatihan, “Persiapan Tahun Ajaran Baru dan Pembelajaran yang Eefektif.” Bapak Thomas Wibowo Agung selaku Direktur Akademik memberikan kata sambutan serta pengarahan akan pentingnya pelatihan bagi guru-guru sebelum kegiatan Belajar Mengajar pada Tahun Pelajaran 2016/2017 dimulai. Tujuannya adalah untuk memberi input tentang metode-metode mengajar yang efektif serta bagaimana mengelola kelas dengan baik agar proses belajar mengajar berjalan dengan sukses.

Pada hari pertama pelatihan pak Agus Sampurno mengawali dengan ice breaking, hal itu selalu dilakukan oleh Bapak Agus sebelum masuk pada materi pelatihan, dengan beberapa instruksi, seperti mengangkat tangan dengan tujuan agar tidak ada peserta yang bersuara atau mengatakan hallo dan dijawab hai, tujuannya agar peserta tetap memperhatikan kepada pembicara atau tetap memperhatikan guru saat guru mengajar di kelas. Cara yang dilakukan oleh Bapak Agus Sampurno tersebut merupakan bagian dari penguasaan ruangan pelatihan. Atau penguasaan kelas bagi guru. Dua hal itu diharapkan dapat digunakan oleh guru saat mengajar di kelas.

Hari pertama pelatihan lebih dititikberatkan pada penguasaan kelas, bagaimana guru dapat menguasai kelas sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan efektif. Strategi ini lebih banyak melibatkan interaksi antara siswa dengan siswa dan guru sebagai falisitator yang mengarahkan siswa.

Pelatihan_guru_Jul2016-1

 

Hari Kedua

Hari kedua, seperti biasa sebelum masuk pada materi pelatihan, terlebih dahulu diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Ibu Endang Triyani dari SD Kristen Ora et Labora Pamulang.

Pada hari kedua, materi pelatihan membahas tentang penilaian. Bentuk penilaian seperti apa yang akan diberikan kepada siswa oleh guru-guru. Ada 3 jenis penilaian yang dapat diberikan kepada siswa, antara lain: Rubrik, Rating Scale, Cheklist. Rubrik adalah Deskripsi terperinci tentang tipe kinerja tertentu dan kriteria yang akan digunakan untuk menilainya.(Arens). Alat skoring untuk assessment yang bersifat subjektif, yang didalamnya terpadat satu set kriteria dan standar yang berhubungan dengan tujuan pembejalaran yang akan diasses ke anak didik (Bernie Doge & Nancy Pickett)., Alat yang berisi seperangkat aturan yang digunakan untuk mengases kualitas dari performance/kinerja peserta didik. (Nitko), Suatu alat peskoran yang terdiri dari daftar seperangkat kriteria atau apa yang harus dihitung. (Heidi Goodrich A). Rating Scale adalah penilaian yang dengan memberikan skala dengan cara memberi lingkaran pada angka yang sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu berdiskusi. Checklist dengan cara memberi tanda centang (√) dibelakang huruf dimana kemampuan siswa teramati pada waktu berdiskusi. Ada juga Jenis penilaian Autentik yang terdiri dari: 1. Penilaian kinerja, 2. Penilaian proyek, 3. Penilaian portofolio, 4. Penilaian tertulis.

Penilaian kinerja, melibatkan peserta didik, khususnya dalam proses dan aspek-aspek yang akan dinilai (menilai kemampuan siswa melalui penugasan/task, melalui pengamatan menggunakan lembar pengamatan). Yang dinilai yaitu sikap/penilaian afektif: tanggung jawab, kerjasama, disiplin, komitmen, percaya diri, jujur, menghargai pendapat, mengendalikan diri. Kompetensi sikap: spiritual, terkait dengan pembentukan peserta didik yang beriman dan bertakwa. Sosial, terkait dengan pembentukan peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggjungjawab.

Teknik penilaian sikap: observasi, yaitu teknik penilaian yang dilakukan secara berkelanjutan dengan cara mendengarkan/melihat baik secara langsung maupun tidak langsung. Kriterianya: mengukur aspek sikap yang dituntut dalam kompetensi inti dan kompetensi dasar, memuat indikator yang dapat diobservasi, mudah digunakan, dapat merekam sikap siswa.

Penilaian proyek: penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorgasisasian, pengolahan dan penyajian data.

Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyeledidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.

Penilaian Portofolio: Penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata. Merupakan hasil kerja peserta didik secara perorangan atau diproduksi secara berkelompok, memerlukan refleksi peserta didik, dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi.

Penilaian tertulis, adalah penilaian yang menggunakan 2 tipe soal:

(1) soal subjektif (subjective test),

(2) soal objektif (objective test)

  • Menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari.
  • Dalam kurikulum 2013 jenis penilaian/ tes ini digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi pada aspek pengetahuan

Selama kegiatan pelatihan, guru-guru diajak bermain dan belajar melalui kelompok-kelompok untuk menyelesaikan tugas yang berikan oleh pelatih. Dengan harapan lewat kerja kelompok materi yang disampaikan akan dengan mudah dipraktekkan.

Pelatihan_guru_Jul2016-2

Semoga pelatihan ini membawa dampak dan manfaat besar bagi perkembangan Sekolah Kristen Ora et Labora. Tuhan memberkati.  Sampai bertemu di pelatihan selanjutnya.

 

=YSA=