Seeing how eager and happy the students of ORA et LABORA schools are, it would be such a loss if some of them can not continue their studies at ORA et LABORA. Let us join our hands and help them pursuing their dreams at ORA et LABORA schools.

Be the salt and light of the world for others

Due to financial issues, children’s education sometimes could not be a priority in a family. In ORA et LABORA schools, some parents are forced to put on hold their children’s school tuition or even move their beloved children to other school to meet their family needs. These children need a helping hand to continue their studies at ORA et LABORA schools so they can truly be ‘the salt and light of the earth’ for others.

The Adik Asuh Program returns to invite Friends, Alumni, Parents and relatives, hand in hand to pay attention to Adik Asuh.

PROGRAM ADIK ASUH or Foster Sister Program is a scholarship program provided by the donators as Kakak Asuh to the students of Elementary, Junior High and Senior High School, who are currently studying at OeL, to continue their studies at the school of OeL, as Adik Asuh.

Let us voluntarily contribute some amount regularly each month throughout the school year 2019/2020 – from July 2019 to June 2020, so together we pay SPP (tuition fees) of the students in need.

Payment is made by transfer to:

Bank Permata

Account number: 0701.337.964

Account name: Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) ORA et LABORA

 

During the school year 2019/2020, we will help students who are the 6th, 9th and 12th graders which by the end of the school year will be taking their final exams at the level of Elementary, Junior High and Senior High School. With prompt payment of the SPP, the students will no longer be bothered by school bills on their SPP arrears so that they can study well and confidently. In addition, the donators (the Kakak Asuh) may support the 6th, 9th and 12th graders in the next school year 2020/2021.

Of course, this does not lower the opportunity of other grade students who have difficulty in paying tuition fee.

Each year, together with the Campus Principals, we will review the financial condition of the parents before awarding scholarships to the students.

 

The following are the profiles of some Adik Asuh for the academic year 2019-2020:

1920 – 01

Merupakan anak pertama dari 4 bersaudara, ayahnya sales sofa dan ibunya tidak bekerja. Penghasilan ayah yang tidak menentu menjadi hambatan dalam keuangan keluarga(Sudah ada donatur) 

1920 – 02

Murid ini dari keluarga besar (5 bersaudara), meskipun salah satu orang tuanya bekerja, namun tidak cukup memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya. Usaha yang dirintis orang tuanya mengalami kebangkrutan.

 1920 – 03

Merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Anak ini memiliki prestasi yang bagus, pekerjaan kedua orang tuanya tidak tetap, sehingga kesulitan untuk membiayai sekolah anak-anaknya. Saat ini keluarga ini tinggal di tempat yang tidak layak.

 1920 – 04

Murid ini 3 bersaudara, ayahnya penjual pulsa dan ibunya tidak bekerja. Anaknya rajin dan bersemangat sekolah, nilai akademisnya pun baik. Keluarga ini tinggal di tempat yang tidak terawat.

 1920 – 05

Murid ini merupakan anak ke-2 dari 2 bersaudara. Keluarga ini mengalami kesulitan dalam keuangan. Ayah bekerja sebagai pelayan toko dengan gaji harian yang minim sedangkan ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga. Meskipun hidup berkesusahan namun anak ini tetap bersemangat sekolah dan mempunyai nilai akademik yang bagus.

 1920 – 06

Murid ini merupakan anak pertama dari 4 bersaudara. Anak ini diasuh oleh single parent dan memiliki 3 adik yang masih kecil-kecil. Ibunya meninggalkan mereka. Ayahnya hanya bekerja sebagai ojek online. Keluarga ini menumpang hidup di rumah kerabat dengan kondisi rumah tua dan tidak sehat. Tiap pulang sekolah anak ini membantu menjaga adiknya yang masih balita. (Sudah ada donatur) 

 1920 – 07

Murid ini merupakan anak ke-2 dari 5 bersaudara. Ayahnya terkena stroke sudah hampir 2 tahun, sehingga tidak bisa bekerja dan menghidupi keluarganya. Penghasilan keluarga saat ini didapat dari penghasilan kakaknya yang bekerja sebagai guru musik (penghasilan sangat minim). (Sudah ada donatur) 

1920 – 08

Murid ini merupakan anak ke-2 dari 2 bersaudara dan sudah yatim piatu, ayahnya baru saja meninggal dunia sedangkan ibunya sudah lama meninggal. Kakaknya belum lulus kuliah, kebutuhan sehari-harinya didapatkan dari pekerjaan freelance sang kakak yang jauh dari cukup dan santunan dari Gereja. Saat ini mereka tinggal di rumah kontrakan yang akan berakhir masa sewanya akhir tahun ini. (Sudah ada donatur) 

Let’s be a channel of blessing. For further information please contact:

Yayasan Pendidikan Kristen ORA et LABORA

Sector II.1 Anggrek Loka, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan

Email address:  adikasuh@oel.or.id